Selasa, 23 Juni 2009

Tekad Tak Teringkar, Amar Mahruf Nahi Munkar

Moto baru nih,,habis buat kemarin malam! Tapi ku berusaha memaknai nggak hanya enak didengar doank..tapi ku juga membuat butir-butir komitmen yang akan diperjuangkan untuk perubahan menuju Amar Mahruf Nahi Munkar yang lebih sempurna di "Revolusi Oktafri". Aku ingin berubah,,AKU INGIN BERUBAH! TEKAD TAK TERINGKAR, AMAR MAHRUF NAHI MUNKAR. uhuk..uhuk!! ehm.. Berikut inilah:

Revolusi Oktafri
1. Selama 1 hari tidur maksimal 5 jam.
2. Melaksanakan sholat malam setiap hari.
3. Melaksanakan sholat fardhu tepat setelah adzan usai.
4. Membersihkan rumah setiap pagi dan sore.
5. Membersihkan motor tiap pagi.
6. Membersihkan diri setiap pagi dan sore.
7. Belajar setiap hari.
8. Melaksanakan sholat duha setiap hari.
9. Bermasyarakat setiap hari.
10. Internet 90 menit 1 hari.
11. Mengaji setiap hari.
12. Puasa tiap senin dan kamis.
13. Push up setelah sholat fardhu.
14. Sit up minimal 75 sehari.
15. Mencuci sandangan 1 kali setiap seminggu.

Komitmen ini harus mulai diperlakukan mulai hari selasa tanggal 23 Juni 2009. Ya Allah, ridloilah komitmen kami..

Bismillah hi robbal alamin..

Nganjuk, 23 Juni 2009

ttd

Oktafri Nur Rohman

Sabtu, 20 Juni 2009

nganjuk, 19:54, 20 juni 2009

Waktu yang sangat bersejarah bagiku untuk memulai hari-hari yang semakin mendekati mati untuk bergerilya dalam blog. Emang sih,uda kemarin aku mulai buat blog. Tapi waktu ini yang akan ku buat sebagai suatu hal bersejarah dalam peran di dunia maya. Analoginya, percobaan membuat blog kemarin sebagai suatu ospek untukku menjalani pendidikan kurikulum perblogan.

Halo dunia...aku datang untuk perubahan! Perubahan menuju amar mahruf nahi munkar lebih sempurna dengan mencurahkan apa yang aku pahami di blog ini. Dimana sebelumnya pemikiran-pemikiran itu hanya ada dalam endapan otak yang tidak jelas kapan akan digunakan bagi kemaslahatan.

Paling tidak, ramuan dari pemikiran-pemikiranku ini mendapat tempat di dunia maya -tempat yang dapat diakses secara fleksibel- sehingga akan membuatku lebih survive dalam menghadapi masalah dengan membuka dokumen kembali kandungan-kandungan yang telah direaksikan oleh pemikiran untuk menjadi kacang siap makan dalam blog "KULIT_KACANG". Jrenk..jrenk..jrenk..!! teoOt....

Jumat, 19 Juni 2009

MEMOIRS OF 5TH RESHOLUSI

Ku punya kelompok belajar yang luar biasa! That's name Resholusi! Tapi sebentar lagi ku bakal pergi dari kelompok belajarku ini. Hal ini disebabkan karena eh karena ku dah akan masuk kampus, ku udah feeling coz ku udah ngrasa bau kampus nih...(ya iya dunkz,,kan udah kelulusan , masuk psb di polinema , dan udah daftar ulang lagi). Kami sepakat untuk membuat suatu memori dengan harapan dapat bermanfaat dan berarti di masa depan pada perjalanan yang semakin mendekati mati (oleh-oleh buat akhirat kali?). Tanpa berlama-lama berikut adalah memori kami yang sangat berarti di dalam hati diri dari Resholusi untuk negeri (terlalu maksa sajak "i" red.) :

Assalamualaikum, Wr.Wb.

Semua orang pernah belajar sejarah. Pelajaran yang sudah menjadi kurikulum sejak belajar di SD. Kami berkeinginan memaknai ilmu sejarah ini bukan hanya untuk mendapat nilai bagus di rapot saja, yang bikin orang tua bangga dengan hasil belajar sejarah sejak SD sampai SMA kelas X. Tetapi tujuan kami untuk mengamalkan ilmu sejarah yang berdasarkan atas azas misi Resholusi nomor 6, yang berbunyi “Senantiasa menuntut dan mengamalkan ilmu yang kita dapatkan dimanapun, kapanpun kita berada”. Selain itu, masih teringat dalam benak kami akan penjelasan guru ppl dari unesa yang mengajar sejarah saat kami berada di kelas X, berikut ucapan guru ppl tersebut yang kalau tidak salah “belajar sejarah bermanfaat untuk mengetahui kejadian masa lampau agar dapat dijadikan pelajaran untuk menghadapi masa depan”. Nah, itu dia dasar kami untuk membuat memori ini. Harapan kami, semoga di masa mendatang akan tetap tawadlu dengan mengetahui perjalanan perjuangan di Resholusi yang telah dilalui dan mengingatkan kepada kami akan siapa yang telah membesarkan kami, agar kami tetap berkomitmen tinggi untuk membesarkan siapa yang telah membesarkan kami. Demikian sepercik muqadimah dari kami untuk mengawali cerita ini. Setelah menimbang, mengingat, dan memikirkan dengan matang, kami memutuskan cerita ini kami beri judul “MEMOIRS OF 5TH RESHOLUSI”.

Cerita yang bermula dari sebuah harapan, harapan untuk memiliki kelompok belajar yang solid. Harapan yang kini telah terwujud dalam benak punggawa Resholusi V. Zuhrotul Millah putri dari the Founding Father of RESHOLUSI ingkang meniko naminipun Drs. H.M. Asob menjadi sosok yang memulai start cerita ini dengan kutipannyanya sebagai berikut Ayah pernah bercerita ketika SMP tentang manfaat kelompok belajar pada ku. Dan akupun juga ikut mengamati sendiri betapa bermanfaatnya belajar kelompok karena RESHOLUSI lahir di rumah ku. Akhirnya, terbentuklah mimpi memiliki kelompok belajar. Mimpiku semakin nyata ketika aku diterima di SMA Negeri 2 Nganjuk. Masa Orientasi Siswa kugunakan untuk mencari sahabat yang tertarik dengan belajar kelompok. Sayangnya jarang ada anak yang tertarik dengan hal tersebut, maklum belajar kelompok RESHOLUSI itu menginap. Akhirnya eh akhirnya, ada seorang gadis bertanya tentang RESHOLUSI, yakni Dyan Suwartiningsih. Harapan muncul kembali!

Ternyata eh ternyata suMillah tidak bergerak sendiri, ada kakak kelas yang ikut membantu untuk mencari anggota, ada Reza Firmansyah cowok gendut yang juga tergabung. Nggak tahu kenapa kok datang makhluk ini, secara tidak sengaja atau memang karena suratan takdir diajak Pak Asob bergabung di RESHOLUSI. Reza dan suMillah mulai mencari kawan-kawan yang mau bergabung di Kelompok Belajar Resholusi.

Millah Sebagai seorang cewek, tentunya kumulai dengan mencari sahabat yang cewek. Setelah Dyan bergabung, disusul secara bebarengan dengan Bella, Dwi Ayu, Anke, Komang. Setelah mencocokkan diri, enam Srikandi in mulai mengajak teman-teman yang lain. Happy dan Ningrum, juga bergabung. Sementara itu, Reza pun tak mau ketinggalan. Dia mencari teman yang mau bergabung bersama kami. Dia berhasil mengajak Iksan, Hendra B, Okta, Devi, Purti Nana dan juga pipit yang merupakan teman-teman Reza di SMP . Wah jadi ingat pilpres 2009 nih, Resa dan Millah menjalin koalisi masing-masing untuk membangun pemerintahan yang kuat di negara Resholusi V. Pokoknya asal bukan koalisi yang saling menjatuhkan nggak apa-apa deh.. Ditambah beberapa anggota lagi yakni Akbar, Yuangga, Haryagita, Sindung. Nah yang ini kayaknya gerakan non blok ini. He he.

Dengan mengucap Bissmillah, Kelompok kecil kami tadi mulai belajar di base camp. Oleh The Founding Father kelompok kami dilarang menginap dulu, karena masa orientasi. Untuk mengompakkan kelompok kami, kami diminta ikut hiking di Ngeleyangan, Gringging, Kediri. Kami merasa makin kompak, seru, dan mengesankan laksana burung kuntul yang lagi terbang ramai-ramai tapi nggak jelas polanya, karena perjalanan ke Ngeleyangan sangat melelahkan dan memerlukan kekompakan tim.

Rutinitas kelompok kami mulai normal. Sayangnya karena kelompok yang jumlahnya terlampau banyak -menurut kakak kelas- jadinya suasana belajar menajadi ribut dan ramai. Satu persatu anggota kelompok kami mulai berguguran. Pertama yang pergi adalah Okta, lalu Hendra. Tidak cukup itu, Devi pun memilih mengundurkan diri. Angin segar berhembus, ketika empat pemuda yang dianggap popular yakni Angga G, Altito, Aditya R, dan Pramudia ingin bergabung dengan kami. Sayangnya hari pertama mereka datang adalah hari terakhir mereka berada di RESHOLUSI, kecuali si Pramudia. Setelah kejadian tersebut, kami berdoa semoga orang yang ingin di Resholusi benar-benar ingin belajar dan bukan ajang coba-coba, kalau di istilah sepak bola ajang coba-coba namanya exibhition (sekedar tambahan vocab).

The Live must go on, belajar berlanjut dengan suasana unik dan ramai. Setelah tiga anggota inti lepas, Ningrum pun ikutan hengkang bersama Harya, disusul kemudian Putri Nana dan teman seperjuanganku Dyan. Mereka say good bye dengan membawa berbagai alasan. Terinspirasi dari Cristiano Ronaldo mungkin ini ya, yang hengkang dari Manchester United ke Real Madrid. Tapi bedanya ini nggak ada uang kontraknya. He he

Mungkin sudah suratan takdir, setiap ada yang pergi pasti ada yang datang yakni Alawiyah. Kami memulai kehidupan kelompok dengan rukun, dan berdoa semoga anggota yang tersisa –Reza, Sindung, Iksan, Akbar, Yuangga, Ayuk, Komang, Heppy, Anke, Pramudya, Bella, Alawiyah, dan Millah- bisa bertahan sampai lulus SMA.

Kami memulai belajar kondusif karena kondisi saat itu adalah menjelang penjurusan. Kami semua menginginkan jurusan IPA. Beberapa bulan berikutnya kami langsung mendapatkan hasil jerih payah kami yakni hasil penjurusan. Alhamdulillah, sebagian dari kami masuk IPA, kecuali Heppy, Anke, Bella, dan Pram. Walaupun kami satu grup, tapi kalo ada yang masuk diluar IPA ya we had to say good bye karena memang kami dikhususkan untuk jurusan IPA.

Mulai kehidupan di kelas XI IPA, setelah naik kelas ternyata komang, Ayuk, Akbar, Dan Yuangga memilih belajar mandiri. Akhirnya, tinggal kami berlima. Lagi-lagi terjadi, tiap da kawan kami yang pergi pasti ada kawan kami yang lain bergabung. Rohman Dan Firlana bergabung di Resholusi. Belajar berlanjut, di kelas XI ini banyak sekali godaan. Godaan organisasi tentunya. Kami terlalu konsen pada organisasi, bahkan pelajaran di sekolah terbengkalai. Alhamdulillah, kami punya Resholusi yang mengutamakan belajar dan ketika belajar bersama kawan tidak terasa ngantuk walau sepanjang siang kami sibuk di sekolah. Setelah menjalani trisemester di kelas XI, Alawiyah dan Sindung meninggalkan kami.

Dalam benak kami berkata, CUKUP!!!! Cukuplah kami meresuffle teman. Terasa lelah, selalu adaptasi dengan kondisi yang belum pasti. Lembaran baru kami buka di kelas XI. Kami –Reza, Iksan, Rohman, Firlana, Dan Milla- berjuang mencari teman yang lebih pintar dari kami dan berusaha tidak akan pernah melepasnya. Terpilihlah Mochamad Hilmi Gaza sebagai first tentor kita, ujung tombak dan tempat bertanya kami tentang pelajaran. Setelah berjalan beberapa hari, kami tidak puas kalau hanya mengrekrut Hilmi, akhirnya kami mengajak Arif Setiono untuk bergabung. Ternyata eh ternyata kami masih merasa kekurangan, dengan berbagai pertimbangan kami pun memutuskan untuk merekrut Johan Dwi sebagai pelengkap perjuangan kami. Alhamdulillah, setelah bergabungnya, tiga punggawa ujung tombak itu kami naik kelas dengan nilai yang memuaskan.

Selama liburan, kami berdelapan berlibur di Cangar dan Universitas Brawijaya. Air yang hangat ikut menghangatkan suasana belajar kami setelah pulang. Tahun ajaran baru dimulai. Semenjak naik kelas kami selalu belajar soal-soal SPMB, sedangkan PR atau tugas di sekolah kami nomor duakan. Tiap Selasa malam Dan kamis malam kami belajar.

Waktu berlalu dan tepat pada malam ganjil terakhir bulan Ramadhan Pria Lugu, rambut kriting, dengan senyum menawan datang ke base camp membawa oase tersendiri pada kelompok kami, orang itu adalah Kukuh Ari Pradana dia bergabung bersama kami. Setelah Kukuh bergabung, pria unik lain juga ikut menyusul yakni Kisah dan Hendra. Formasi sebelas orang yang sempat mengilhami kami untuk membentuk tim sepakbola ini survive selama satu semester. Karena kurang anggota cewek, akhirnya Leli bergabung. Sayangnya setelah beberapa minggu bergabung, dia mengundurkan diri.

Hingga UAN berakhir, Anggota kami konstan –sebelas orang- dengan berbagai pengalaman dan perjuangan. Untuk persiapan SNMPTN, setelah UAN, UAS, dan UPrak kami mengadakan belajar kelompok tiap pagi demi meraih gol kami yaitu bisa berkuliah di STAN atau di PTN yang bonafit. Di sela kegiatan tersebut, bergabunglah Frendy yang berasal dari Sekolah Taruna Nusantara menambah kelengkapan warna warni di angkatan kami.

Banyak pengalaman menarik yang kami rasakan di Resholusi V ini. Seperti kutukan ban bocor yang dialami Johan saat kami touring ke Nguluyu. Ikzan Dan Johan harus bergantian menuntun montor mereka di tengah lahan gambut menuju tukang tambal ban yang letaknya sangat jauh. Sejak peristiwa itu ban motor johan kena penyakit kambuhan bocor. Mabuk darat di tiap road show kami, salah satu yang paling berkesan adalah muntahnya isi perut rohman ke tasnya kisah. Hingga sampai sekarang bau muntah di tas kisah, mengingatkan kisah kepada wajah si rohman. Ada pula ketika lagi cari makan malam, secara tidak sengaja kami membawa bungkusan jatah nasi pecel milik orang-orang satpol pp ke base camp. Betapa kacau pikiran kami ketika membayangkan akan didaprat oleh orang-orang satpol pp saat nanti mengembalikan nasi pecel kepada mereka. Untungnya saat kembali ke warung nasi pecel, nasi milik orang-orang satpol pp diganti sama bakulnya dan nasi yang kami bawa dibeli oleh orang berketurunan tiong hoa. Huuh....

Tiap anggota dari kami yang masih bertahan sampai sekarang juga memiliki kebiasaan dan pengalaman yang aneh. Resa dan Millah sebagai raja dan ratu tidur di Resholusi V. Resa yang selalu tidur duluan tapi bangunnya belakangan. Beda dengan Millah yang sering tidur di rumah saat kami akan mulai untuk belajar malam. Iksan dan hilmi yang jadi sangat hebat di mata kami dengan fisik mereka yang seperti anak SMP tapi berintelektual SMA, tapi tetap aja bantet. Johan yang tidak tahu dengan “Compact Disc” kebanggannya secara pede dipajang di motor yang tersayang. Kukuh yang lugu, mbulet, tapi diamnya menghanyutkan. Jadi teringat ketika dia salah ambil makanan yang dipesan di rumah makan, hanya karena salah ambil makanan, dia dengan tekad bulat dan sangat amat kuat mengatakan dengan menggebu-gebu,”Kula mangke mbayar piyambak, Pak!!” seketika kami melongo, dan tertawa kemudian(padahal makanan itu harusnya dibayar dengan uang iuran yang sudah terkumpul sebelumnya). Lain Kisah dengan kebiasaannya menyumbang sesuatu yang tidak bersuara tapi baunya memusingkan dan membuat pasukan buyar, tau kan apa itu??? yach...tepat!!! kami tau apa yang anda pikirkan, jadi gak perlu di expose,he he_. Rohman? Dia dalang utama dalam kasus pembawa bungkusan nasi pecel milik orang-orang satpol pp yang buat geger orang-orang di base camp, selain itu yang satu ini sering banget bilang Astaghfirullah karena eh karena sering lupa. Contohnya, lupa untuk ngembaliin buku sampai 7 kali diperingatkan oleh Pak Asob. Untuk Arip, dia sering bangun yang paling pagi diantara yang lain buat menuju ke kamar mandi. He..he..lagi ngapain ya? Firlana dan Hendra adalah orang yang paling garing di sini, karena guyonan mereka yang kadang nggak mutu. He..he..Kalau Frendy, orang yang baru gabung ini memiliki koneksi sama anak-anak olimpiade yang dapat emas nasional, jadi kalau kami ada kesulitan yang tidak bisa dipecahkan bersama dihubungin deh anak-anak ini. Sangat membantu buat usaha belajar kami.

Alhamdulillah puji syukur kami ucapkan atas hidayah Allah yang telah mempersatukan kami di Resholusi V. Dibantu dengan bimbingan Pak Asob yang selalu sabar membimbing kami untuk menjadi insan yang beriman, berakhlakul karimah, dan cinta iptek. Demikianlah warna-warni perjalanan Resholusi V, susah senang kami hadapi bersama. Kami yang selalu mensyukuri bagaimanapun keadaan kami, karena Pemuda Tangguh, Pantang Mengeluh. Dan kami akan terus berjuang dengan istiqomah dan berlari kencang dalam menuntut ilmu kami masing-masing, karena Wong golek ilmu kayata wong digodak asu. Salam Damai dan Ramai dari RESHO5.

Wassalamualaikum wr.wb.

Para punggawa Resholusi V

1. Reza Firmansyah (kapten)

2. Mohammad Iksan Zakaria

3. Zuhrotul Millah

4. Firlana Putra

5. Oktafri Nur Rohman

6. Muhammad Hilmi Gazza

7. Arif Setiyono

8. Johan Dwi Wirawan

9. Kukuh Ari Pradana

10. Hendra Pradana Putra

11. Kisah Erlangga Endika Arif

12. Frendy Yudi Fistawan Purbowo